Sebelum Coba Suplemen Berkolagen, Ketahui 5 Manfaat Kolagen Buat Wanita

© Copyright (c) 2016 TEMPO.COfoto

TEMPO.CO, Jakarta – Kebanyakan orang bisa memperoleh manfaat menurut mengonsumsi suplemen kolagen. Dari fungsi sendi sampai kecantikan, sebagai akibatnya bisa bermanfaat buat banyak sekali jenis gaya hidup. Tidak terdapat salahnya jua bahwa kolagen berkualitas tinggi kondusif dan ditoleransi dengan baik.

Setiap perbedaan dalam kebutuhan kolagen umumnya tergantung pada takaran. Itu karena kolagen merupakan protein, dan takaran protein dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti massa tubuh dan tingkat kegiatan. Khususnya, jika Anda adalah orang dewasa yg sehat, Anda membutuhkan setidaknya 1 gram protein per kilogram berat badan sehari.

Dan kemudian ada usia pula. “Di usia 20-an, produksi kolagen alami tubuh kita perlahan menurun,” kentara ahli diet Amy Gonzalez, misalnya dilansir dari page Mind Body Green. “Sebagian berdasarkan ini adalah lantaran [a] pengurangan kemampuan tubuh kita buat menyerap nutrisi yg tepat & mensintesis kolagen.” Faktor gaya hidup, misalnya gambaran sinar ultraviolet (UV) dan terlalu banyak konsumsi gula, juga dapat menurunkan kolagen, tambahnya. Faktor-faktor ini mempunyai imbas kumulatif, yang selanjutnya mengganti kebutuhan kolagen Anda dalam waktu tertentu.

Memang, wanita secara statistik umumnya mempunyai berat badan lebih sedikit dan mempunyai massa otot (otot) yang lebih sedikit daripada pria, sebagai akibatnya mereka mungkin membutuhkan lebih sedikit kolagen buat mencapai manfaat tertentu. Selain itu, karena perubahan hormonal yang terkait menggunakan penuaan juga berperan. Orang yg mengalami menopause melihat penurunan dramatis (sekitar 30%) pada produksi kolagen selama waktu itu, jadi mereka mungkin lebih tertarik buat mengonsumsi kolagen.

Sendi kita secara alami kehilangan kelemahan seiring bertambahnya usia, kata praktisi kedokteran fungsional Bindiya Gandhi, yang memengaruhi ketenangan sendi alami kita. Dan sementara ini berlaku untuk seluruh orang, perempuancenderung mengalaminya lebih poly selama menopause, menurut sebuah artikel penelitian. Suplemen bisa membantu mendukung kadar kolagen, sehingga menaikkan gerak dan kenyamanan dalam persendian, ucapnya.

Kesehatan tulang krusial bagi semua orang, di setiap termin kehidupan. Namun, wanita sangat rentan terhadap kasus tulang, lantaran beberapa tahun pertama menopause ditandai menggunakan perubahan kepadatan tulang. “Karena estrogen adalah pengatur utama metabolisme tulang, penurunan estrogen selama menopause bisa menghipnotis wanita buat hal ini,” jelas Gonzalez. “Oleh karenanya, [mengambil] kolagen adalah langkah krusial dalam mendukung tulang Anda.”

Tentu saja, kesehatan kulit merupakan masalah umum, terlepas dari jenis kelaminnya. Tetapi perempuanmungkin mengalami perubahan kulit tertentu yg terkait dengan menopause. Seperti disebutkan sebelumnya, saat kadar estrogen menurun selama menopause, begitu jua produksi kolagen. “Hilangnya kolagen ini mengakibatkan kulit lebih tipis dan kemarau, [serta] keriput,” istilah Gonzalez. Untungnya, beliau menambahkan, “itu mungkin buat memperbaiki kulit yg menua dan matang,” berkat suplemen misalnya kolagen.

“Seiring bertambahnya usia perempuan& memasuki masa menopause, kadar hormon progesteron dan estrogen perempuanmereka mulai menurun,” kentara Gandhi. Ketika ini terjadi, hormon androgen mereka jua menurun, terkadang mengakibatkan perubahan tekstur dan pertumbuhan rambut—atau bahkan kerontokan rambut. Tetapi, “rambut terbuat dari keratin, protein yg ditemukan dalam kolagen,” istilah Gandhi. Suplemen kolagen menyediakan asam amino esensial buat membantu menciptakan balikrambut sembari melawan radikal bebas yang berdampak negatif pada kesehatan rambut atau kulit ketua, tambahnya.

Meskipun kolagen untuk kesehatan usus merupakan bidang studi baru, penelitian telah menemukan interaksi antara tingkat kolagen yang rendah dan kesehatan pencernaan, kata Gonzalez. Suplemen kolagen dapat membantu, karena mereka memperlihatkan dua asam amino krusial: glutamin & glisin. “Glutamine sudah terbukti mengurangi proses inflamasi di dinding usus & meningkatkan permeabilitas usus,” sehingga mendukung pencernaan, istilah Gonzalez. Sementara itu, “glisin sudah terbukti mendukung lapisan perut,” tambahnya.

Secara generik, suplemen kolagen dapat ditoleransi dengan baik, namun beberapa orang mungkin perlu berhati-hati. Sebagai permulaan, bila Anda mengikuti pola makan vegan, Anda pasti ingin menghindari suplemen kolagen. Itu lantaran mereka berasal berdasarkan fauna, seperti ikan, sapi, & ayam. (Juga nir terdapat yg namanya kolagen vegan) Selain itu, jika Anda mempunyai alergi atau kepekaan, suplemen kolagen dapat memicu reaksi tergantung pada sumbernya, kata Gonzalez. Ini lebih bermasalah dengan kolagen bahari, karena ikan dan kerang adalah beberapa alergen kuliner yg paling umum.

Jika impak samping memang terjadi, umumnya ringan. “Beberapa wanita mengalami rasa tidak enak di lisan atau sakit perut sehabis mengonsumsi kolagen,” tambah Gonzalez. Ini jarang terjadi dan umumnya karena formula merek dan aditif daripada kolagen itu sendiri.

Baca juga: 3 Makanan Sehari-hari yang Dapat Mendukung Kadar Kolagen Alami

Selalu update berita terbaru. Simak breaking news dan keterangan pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *