Sebelum Coba Suplemen Berkolagen, Ketahui Lima Manfaat Kolagen Buat Perempuan

TEMPO.CO, Jakarta – Kebanyakan orang dapat memperoleh manfaat dari mengonsumsi suplemen kolagen. Dari fungsi sendi hingga kecantikan, sehingga bisa bermanfaat buat banyak sekali jenis gaya hidup. Tidak terdapat salahnya jua bahwa kolagen berkualitas tinggi aman & ditoleransi menggunakan baik.

Setiap disparitas pada kebutuhan kolagen umumnya tergantung pada takaran. Itu lantaran kolagen merupakan protein, & dosis protein dipengaruhi sang faktor-faktor seperti massa tubuh & tingkat kegiatan. Khususnya, apabila Anda merupakan orang dewasa yg sehat, Anda membutuhkan setidaknya 1 gr protein per kilogram berat badan sehari.

Dan lalu ada usia pula. “Di usia 20-an, produksi kolagen alami tubuh kita perlahan menurun,” jelas ahli diet Amy Gonzalez, seperti dilansir dari halaman Mind Body Green. “Sebagian dari ini adalah karena [a] pengurangan kemampuan tubuh kita buat menyerap nutrisi yang sempurna & mensintesis kolagen.” Faktor gaya hidup, seperti paparan sinar ultraviolet (UV) & terlalu poly konsumsi gula, juga bisa menurunkan kolagen, tambahnya. Faktor-faktor ini memiliki imbas kumulatif, yg selanjutnya mengubah kebutuhan kolagen Anda dalam saat tertentu.

Memang, wanita secara statistik umumnya memiliki berat badan lebih sedikit & mempunyai massa otot (otot) yg lebih sedikit daripada pria, sehingga mereka mungkin membutuhkan lebih sedikit kolagen buat mencapai manfaat tertentu. Selain itu, lantaran perubahan hormonal yang terkait dengan penuaan juga berperan. Orang yg mengalami menopause melihat penurunan dramatis (lebih kurang 30%) pada produksi kolagen selama waktu itu, jadi mereka mungkin lebih tertarik buat mengonsumsi kolagen.

1. SendiSendi kita secara alami kehilangan kelemahan seiring bertambahnya usia, istilah praktisi kedokteran fungsional Bindiya Gandhi, yang memengaruhi ketenangan sendi alami kita. Dan sementara ini berlaku buat semua orang, wanita cenderung mengalaminya lebih banyak selama menopause, berdasarkan sebuah artikel penelitian. Suplemen dapat membantu mendukung kadar kolagen, sebagai akibatnya menaikkan gerak & kenyamanan pada persendian, ucapnya.

2. TulangKesehatan tulang krusial bagi seluruh orang, pada setiap tahap kehidupan. Tetapi, perempuansangat rentan terhadap kasus tulang, karena beberapa tahun pertama menopause ditandai dengan perubahan kepadatan tulang. “Karena estrogen merupakan pengatur utama metabolisme tulang, penurunan estrogen selama menopause dapat menghipnotis wanita buat hal ini,” jelas Gonzalez. “Oleh karenanya, [merogoh] kolagen merupakan langkah krusial dalam mendukung tulang Anda.”

3. KulitTentu saja, kesehatan kulit merupakan perkara generik, terlepas berdasarkan jenis kelaminnya. Namun perempuanmungkin mengalami perubahan kulit eksklusif yg terkait menggunakan menopause. Seperti disebutkan sebelumnya, saat kadar estrogen menurun selama menopause, begitu jua produksi kolagen. “Hilangnya kolagen ini mengakibatkan kulit lebih tipis dan kering, [serta] keriput,” kata Gonzalez. Untungnya, dia menambahkan, “itu mungkin buat memperbaiki kulit yg menua & matang,” berkat suplemen seperti kolagen. 

4. Rambut”Seiring bertambahnya usia perempuan& memasuki masa menopause, kadar hormon progesteron & estrogen wanita mereka mulai menurun,” jelas Gandhi. Ketika ini terjadi, hormon androgen mereka jua menurun, terkadang mengakibatkan perubahan tekstur dan pertumbuhan rambut—atau bahkan kerontokan rambut. Tetapi, “rambut terbuat dari keratin, protein yg ditemukan pada kolagen,” kata Gandhi. Suplemen kolagen menyediakan asam amino esensial buat membantu membangun balikrambut sembari melawan radikal bebas yang berdampak negatif pada kesehatan rambut atau kulit kepala, tambahnya.

lima. UsusMeskipun kolagen buat kesehatan usus merupakan bidang studi baru, penelitian sudah menemukan interaksi antara tingkat kolagen yg rendah dan kesehatan pencernaan, istilah Gonzalez. Suplemen kolagen bisa membantu, lantaran mereka menawarkan 2 asam amino penting: glutamin dan glisin. “Glutamine sudah terbukti mengurangi proses inflamasi pada dinding usus dan menaikkan permeabilitas usus,” sehingga mendukung pencernaan, kata Gonzalez. Sementara itu, “glisin telah terbukti mendukung lapisan perut,” tambahnya.

Secara generik, suplemen kolagen dapat ditoleransi dengan baik, tetapi beberapa orang mungkin perlu berhati-hati. Sebagai permulaan, apabila Anda mengikuti pola makan vegan, Anda niscaya ingin menghindari suplemen kolagen. Itu lantaran mereka dari menurut hewan, misalnya ikan, sapi, dan ayam. (Juga tidak terdapat yang namanya kolagen vegan) Selain itu, bila Anda mempunyai alergi atau kepekaan, suplemen kolagen bisa memicu reaksi tergantung pada sumbernya, kata Gonzalez. Ini lebih bermasalah menggunakan kolagen bahari, lantaran ikan dan kerang merupakan beberapa alergen kuliner yg paling generik.

apabila efek samping memang terjadi, umumnya ringan. “Beberapa perempuanmengalami rasa tidak lezatpada mulut atau sakit perut setelah mengonsumsi kolagen,” tambah Gonzalez. Ini jarang terjadi & umumnya lantaran formula merek & aditif daripada kolagen itu sendiri.

Baca jua: 3 Makanan Sehari-hari yg Dapat Mendukung Kadar Kolagen Alami

Selalu update berita terbaru. Simak breaking news dan informasi pilihan berdasarkan Tempo.co pada kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate buat bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *